Langsung ke konten utama

'Penderitaan' mahasiswa arsitektur


Arsitektur adalah jurusan yang mempunyai 'derajat' tinggi dibandingkan dengan jurusan lain. Jurusan ini juga dikenal dengan mahasiswanya yang memiliki kompetensi yang baik. Tapi banyak hal yang sering dijumpai pada jurusan ini yang tidak dijumpai dijurusan lain, terutama penderitaan sebagai mahasiswa arsitektur.

1. Deadline
Ini adalah penderitaan yang paling populer dikalangan mahasiswa arsitektur, Bagaimana tidak, dosen-dosen selalu memberikan tugas yang diluar nalar mahasiswa. Dosen memberi tugas desain dan konsep yang harus dikumpulkan dalam waktu seminggu. Dalam satu semester biasanya terdapat 8 mata kuliah dengan berbagai macam sks. Bayangkan, dalam seminggu hanya terdapat 7 hari, sedangkan deadline tugas berjarak seminggu. Jika di rata-ratakan, maka ada 1 tugas perhari! dan dalam menyelesaikan tugas tersebut biasanya memakan waktu lebih dari 20 jam!

2. Begadang
Ini adalah sebab akibat dari penderitaan nomor 1. Seperti dalam ulasan di atas, dalam menyelesaikan 1 tugas biasanya memakan waktu lebih dari 20 jam, ini artinya mahasiswa arsitektur tidak bisa tidur hanya untuk mengerjakan tugas, dan menyisakan waktu 4 jam untuk keperluan lain. dari sinilah bisa disimpulkan bahwa pulang-pergi bukan opsi yang baik untuk mahasiswa arsitektur,

3. Relationship
artinya adalah hubungan. Masih dalam ruang lingkup sebab akibat dari nomor 2. Ya, hubungan. apa maksudnya? nah, seperti penjelasan nomor 2, waktu anda seharian didominasi oleh mengerjakan tugas, 4 jam sisanya digunakan untuk keperluan lain, yaitu tidur. Jika dalam sehari anda menghabiskan waktu di studio, mengerjakan tugas dan tidur. maka secara otomatis anda akan kehilangan waktu untuk rekreasi alias main bareng temen-temen yang bukan sejurusan, karena waktu anda hanya ada tugas.

Maka dari ini dapat diringkas bahwa deadline-begadang-relationship adalah sebab akibat yang ditimbulkan oleh banyaknya tugas-tugas desain yang diberikan oleh dosen. Oleh karenanya selalu jaga kesehatan anda agar tubuh fit untuk menambah semangat dalam mengerjakan tugas mingguan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keindahan manusia 'sang penari gandrung'

Tarian Gandrung adalah  seni pertunjukan tarian yang asalnya dari Banyuwangi Jawa Timur. Tarian ini merupakan perwujudan dari rasa syukur masyarakat setiap habis panen. Bentuk kesenian yang didominasi tarian dengan alunan musik khas ini terkenal di wilayah Banyuwangi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa. Dikarenakan tarian gandrung yang sangat terkenal, maka secara langsung telah menjadi ciri khas dari wilayah tersebut. Tak heran bila membayangkan kota Bayuwangi, maka yang terlintas dari pikiran kita adalah sebuah tarian gandrung yang diperankan oleh perempuan-perempuan cantik yang sangat lihai menarikan tarian tersebut. Jika kita pergi ke kota Bayuwangi, maka kita akan sering melihat patung-patung penari gandrung yang sudah menjadi 'icon' kota ini. Tarian yang diiringi dengan musik ini dimainkan oleh seorang penari wanita yang sudah profesional yang menari bersama tamu, terutama pria secara berpasangan. Iringan musik ini merupakan khas perpaduan budaya Jawa dan ...

‘ICE’, ARSITEKTUR RAMAH LINGKUNGAN

Konsep bangunan ramah lingkungan atau green building didorong menjadi tren dunia, terutama bagi pengembangan properti saat ini. Bangunan ramah lingkungan ini mempunyai kontribusi menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro. Dalam pemanasan global, hal yang perlu diperhatikan adalah dengan penghematan air dan energi serta penggunaan energi terbarukan. Arsitektur ramah lingkungan, yang juga merupakan arsitektur hijau, mencakup keselarasan antara manusia dan lingkungan alamnya. Arsitektur hijau mengandung juga dimensi lain seperti waktu, lingkungan alam, sosio-kultural, ruang, serta teknik bangunan. Hal ini menunjukkan bahwa arsitektur hijau bersifat kompleks, padat dan vital dibanding dengan arsitektur pada umumnya. Green architecture didefinisikan sebagai sebuah istilah yang menggambarkan tentang ekonomi, hemat energi, ramah lingkungan, dan dapat dikembangkan menjadi pembangunan berkesinambungan. Green architecture (dikenal sebagai konstruksi hijau atau bangunan ya...

Review 2 : Eksploitasi ekosistem hutan untuk kebutuhan arsitektur

        Kayu yang dijadikan interior bangunan          Eksploitasi ekosistem hutan sangat marak terjadi pada era sekarang, sebenarnya dari jaman dahulu juga manusia sudah memanfaatkan hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun jaman dulu tentu berbeda jika dibandingkan dengan saat ini. Kebutuhan pada saat ini sangat banyak terutama pada kebutuhan kayu yang tersedia di hutan.          Kebanyakan orang menebang pohon tanpa menggantinya dengan pohon yang baru, sehingga lahan hutan semakin sedikit dikarenakan banyaknya eksploitasi hutan yang sangat berlebihan. adapun sebenarnya manusia dapat memanfaatkan hutan dengan baik dan bijak dengan menggunakan sistem tebang-tanam, yaitu menebang pohon yang dibutuhkan lalu menanam kembali pohon yang kecil yang nantikan akan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan manusia.                  Hutan dimanfaatkan untuk diambil h...